top of page

Gunung Kelud

  • Aug 30, 2017
  • 3 min read

Gunung Kelud merupakan salah satu gunungapi aktif di Indonesia. Gunung Kelud berada di Provinsi Jawa Timur, yaitu perbatasan antara Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Malang.

Gambar 1. Lokasi Gunung Kelud

Gunung Kelud yang berada pada ketinggian 1731 diatas permukaan laut ini merupakan produk dari proses tumbukan antara lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah lempeng Asia tepatnya di sebelah selatan Jawa. Sebagai gunungapi muda yang tumbuh pada zaman Kwarter Muda (Holosen), G.Kelud merupakan salah satu gunungapi dalam deretan gunungapi yang tumbuh dan berkembang di dalam Sub Zona Blitar dari Zona Solo, yang dimulai dari daerah bagian selatan Jawa bagian tengah (G.Lawu) hingga Jawa bagian timur (G.Raung), yang dibatasi gawir sesar Pegunungan Selatan.

Gambar 2. Zona subduksi antar lempeng Asia dan lempeng Indo-Australia ( http://earlfhamfa.wordpress.com/2009/03/21/tektonik-lempeng/ )

Sebanyak ± 35 kali erupsi Gunung Kelud selama 1000M sampai terakhir erupsi adalah pada tahun 2014. Sejak tahun 1300 M tercatat, bahwa Gunung Kelud aktif meletus dengan rentang waktu yang relative pendek, yaitu sekitar 9-25 tahun, sehingga akibat erupsi gunung ini menyebabkan terjadi korban jiwa dengan jumlah yang banyak. Pada tahun 1586, Gunung Kelud telah memakan korban lebih dari 10.000 jiwa. Pada abad ke-20, gunung Kelud telah mengalami letusan vulkanik sebanyak lima kali, yaitu pada tahun 1901, 1919, 1951, 1966, dan 1990. Selanjutnya pada abad sekarang, gunung Kelud telah mengalami letusan vulkanik pada tahun 2007 ,2010, dan 2014. Dapat dilihat perbedaan drastis frekuensi letusan pada abad ke-20 dengan abad ke-21. Hal tersebut disebabkan oleh terbentuknya sumbatan lava yang terdapat di mulut kawah gunung Kelud. Akibat adanya penyumbatan oleh lava itu, maka tekanan dari dalam magma yang mendesak keluar, menjadi tersumbat. Lalu, magma yang terkumpul didalamnya membuat energy desakan magma untuk keluar lebih besar daripada periode-periode erupsi sebelumnya.

Pada letusan terakhir gunung Kelud ,yaitu pada tahun 2014 merupakan letusan paling hebat yang pernah terjadi dari gunung Kelud. Erupsi pada tahun 2014 dimulai pada akhir tahun 2013 yang mana terdeteksi ,bahwa terdapat peningkatan aktivitas gunung Kelud. Dan pada 10 Februari 2014 status gunung Kelud pada level siaga. Pada saat sebelum meletus tercatat, bahwa gunung Kelud telah mengalami gempa vulkanik dangkal sebanyak 190 kali dan gempa vulkanik dalam sebanyak 442 kali.

Gambar 3. Erupsi Gunung Kelud pada tahun 2014 disertai dengan petir yang menyambar. ( http://www.beritau.net )

Dilihat dari sisi evakuasi akibat erupsi gunung Kelud, pada level siaga masyarkat sudah dihimbau untuk tidak melakukan aktivitas disekitar gunung. Dan dalam radius 5km aktivitas manusia dihentikan. Masyarakat sekitar dievakuasi ke tempat yang lebih aman dan diberi masker untuk mencegah terjangkit penyakit pernapasan.

Akibat terjadinya bencana alam gunungapi meletus, maka terdapat dampak bagi masyarakat. Secara ekonomi, pada saat erupsi gunungapi, hampir semua aktivitas manusia terhentikan, maka tidak ada yang mencari mata pencaharian, sehingga penghasilan masyarakat berkurang.

Gambar 4. Bandara Juanda tertutup oleh abu vulkanik gunung Kelud (http://www.merdeka.com )

Tapi pada saat pasca erupsi gunung Kelud, tanah daerah sekitar gunung Kelud yang dihujani oleh abu vukanik menjadi subur, sehingga digunakan untuk bercocok tanam. Abu vulkaniknya dapat dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman dan campuran semen untuk kontruksi bangunan yang cukup bagus yang mana dapat menghasilkan kekuatan sampai 150 kg per satuan beban. Material-material vulkanik yang terlemparkan dan mengendap menjadi batuan dimanfaatkan masyarakat sebagai material bangunan rumah.

Gunung Kelud ini merupakan tempat wisata ,yaitu pada puncak gajahmungkur nya. Banyak wisatawan domestic dan mancanegara yang mengunjungi tempat wisata tersebut. Selain itu, gunung Kelud juga merupakan tempat sacral. Gunung Kelud digunakan untuk tempat beribadah umat Hindu-Budha.

referensi :

  • Crop Cricles Yogyakarta. 2014. Sejarah Letusan Dahsyat Gunung Kelud. Retrieved from: https://indocropcircles.wordpress.com/2014/02/14/sejarah-letusan-dahsyat-gunung-kelut-tahun-1919-1990-2007-2014/ (accessed on 4th October 2015 at 4.32)

  • Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri.2015. Ensiklopedi gunung Kelud – Geologi Gunung Kelud. Retrieved from: http://pariwisata.kedirikab.go.id/?p=686 (accessed on on 3rd october 2015 at 4.33)

  • ESDM. 2014. Data Dasar Gunungapi di Indonesia: G.Kelud. retrieved from : http://www.vsi.esdm.go.id/index.php/kegiatan-pvmbg/download-center/cat_view/87-data-dasar-gunungapi-indonesia?start=10 (accessed on 4th October 2015 at 3.53)

  • Fridolin, H. 2013.Morfologi Gunung Kelud. Retrieved from: http://dearthurjr.blogspot.co.id/2013/06/morfologi-gunung-kelud.html (accessed on 3rd october 2015 at 2.54)

  • Moerti, W. 2014. 5 Dampak Erupsi Gunung Kelud Bagi Aktivitas Ekonomi. Retrieved from: http://www.merdeka.com/uang/5-dampak-erupsi-gunung-kelud-bagi-aktivitas-ekonomi.html (accessed on 3rd october 2015 at 5.00)

Comments


Featued Posts 
Recent Posts 
Find Me On
  • Facebook Long Shadow
  • Twitter Long Shadow
  • YouTube Long Shadow
  • Instagram Long Shadow
Other Favotite PR Blogs
Serach By Tags
bottom of page