top of page

Teori Pergerakan Lempeng

  • Sep 15, 2016
  • 3 min read

Pada tahun 1912 -1929, seorang ahli meteorology asal Jerman, Alfred Wegener membuat suatu hipotesis bahwa kontinen kontinen yang ada di bumi ini berasal dari rangkaian kontinen yang besar yang disebut dengan Pangea yang kemudian berpisah satu sama lain karena sesuatu hal. Kejadian ini diperkirakan sekiar 200 jt tahun (Mesozoic).

Adapun bukti mengenai Teori Wegener adalah:

  1. Formasi Batuan adalah sama, yaitu usia batuan di Gunung Appalachian, Greenland, dan Eropa adalah sama, yaitu berumur 200 juta tahun .

  2. Fossil.

Adanya penemuan fosil yang sama di Afrika dan Amerika Selatan, ketidakmungkinan untuk binatang dapat berenang dalam jarak yang jauh, dan usia fossil berumur 200 juta tahun.

  1. Kesamaan Iklim.

Coal beds ditemukan di Antartika, yang mana hal tersebut dapat diperkirakan ,bahwa Antartika dahulu merupakan daerah tropis/hangat dan adanya bukti glasial di daerah equator seperti India.

Namun Wegener belum dapat mengetahui penyebab lempeng tersebut bergerak. Selanjutnya pada tahun 1929, Arthur Holmes menggabungkan ide Wegener dengan Termodinamika. Arthur mengemukakan ,bahwa adanya pergerakan lempeng karena disebabkan oleh arus konveksi panas yang mana panas tersebut berasal dari material yang ada dibawah permukaan bumi dan panas mengubah nilai densitas material yang berada di bawah permukaan bumi menjadi menurun, sehingga material yang berada dibawah naik keluar ke permukaan dan menyebabkan lempeng bergerak.

Material keluar dari MOR (Mid Oceanic Ridge) dan lempeng bergerak, sehingga batuan yang berada di palung dalam atau di wilayah subduksi masuk kedalam bumi. Maka dari hal itu, umur batuan di kerak samudera lebih muda daripada umur batuan di kerak benua. Batuan termuda berada di dekat MOR, sedangkan batuan tertua di bumi berada di palung dalam atau di wilayah subduksi. Ukuran sedimennya pun berbeda. Ukuran sedimen di laut lebih tipis daripada ukuran sedimen di kontinen.

Pergerakan antar lempeng ini bermacam macam. Dari pergerakan antar lempeng tersebut terdapat batas batas lempeng yang berbeda. Adapun batas lempeng tersebut adalah:

1. Batas lempeng divergen

  • Pergerakan antar lempeng samudera dengan lempeng samudera

Contoh : Mid Oceanic Ridge

  • Pergerakan antar lempeng samudera dengan lempeng kontinen

Contoh Pegunungan Andes, Casades, dan Selatan Pulau Jawa.

Pada batas divergen antar kerak samudera dengan kerak samudera ini membentuk punggungan tenggah samudera (Mid Oceanic Ridge/MOR). Contohnya pada punggungan tengah samudera Atlantis atau biasa disebut dengan Mid Atlantic Ridge. Pada Mid Atlantic Ridge tersebut jka diteruskan akan menerus ke Iceland. Sedangkan batas divergen kerak benua dengan kerak samudera terdapat pada Afrika bagian timur (Gunung Kilimonjoro) terdapat danau yang terbesar di Rifting Alley, Danau Victoria, yang mana danau tersebut merupakan danau terdalam di dunia.

2. Batas lempeng konvergen

  • Pergerakan antar lempeng samudera dengan lempeng samudera

Contoh : gunung vulkanik pada lantai samudera, gunung vulkanik pada busur kepulauan, seperti Aleutian, Mariana, dan Tonga Island.

  • Pergerakan antar lempeng kontinen dengan lempeng kontinen

Contoh: pegunungan Himalaya.

3. Pegerakan antar lempeng yang menghasilkan batas transform fault

Contoh : patahan San Andreas.

Gambar 1. Batas konvergen antara kerak samudera dengan kerak samudera

Gambar 2. Batas konvergen antara kerak benua dengan kerak samudera

Adanya contoh kenampakan alam yang disebutkan diatas merupakan bukti bahwa lempeng ini bergerak. Pergerakan antar lempeng tektonik dapat menimbulkan implikasi, yaitu tersedianya sumber daya alam dan sosial ekonomi. Atas pergerakan lempeng tersebut, struktur geologi tanah dapat berubah, sehingga dapat memungkinkan untuk sumber daya alam yang berpotensial dibawah dapat berpindah ke permukaan dan dapat dimanfaatkan oleh manusia di kehidupan sehari-hari. Selain itu, akibat dari pergerakan lempeng ini yang berangsur-angsur dapat membentuk kenampakan alam yang luar biasa di laut dan di darat.Antar lempeng tersebut terdapat batas yang dinamakan zona batas lempeng. Namun, zona batas lempeng ini tidak dapat didefinisikan dengan jelas hal tersebut dikarenakan terdapat struktur yang kompleks. Contohnya yaitu mulai dari Turki hingga perbatasan Swiss - Jerman. Pada daerah tersebut merupakan daerah yang cukup luas dan para ahli tidak tahu jenis batas lempeng yang ada pada daerah tersebut.

Contoh lainnya dari pergerakan lempeng adalah adanya Hotspot yang seakan akan berpindah, sehingga membentuk rangkaian pegunungan. Hotspot merupakan titik keluarnya magma di tengah lempeng (intraplate), sehingga membentuk seperti gunung. Magma yang keluar dari gunung melalui hotspot ini adalah lava basa, hal tersebut dikarenakan magma berasal langsung dari mantel bumi. Hotspot aktif sekarang ini berada di Hawaii.

Gambar 3. Deretan gunung akibat keluarnya magma dari intraplate(hotspot), tampak seperti deretan pegunungan karena pergerakan lempeng

Sumber : Resume Putri Dyah Untuk Mata Kuliah Tektonik Indonesia

Comments


Featued Posts 
Recent Posts 
Find Me On
  • Facebook Long Shadow
  • Twitter Long Shadow
  • YouTube Long Shadow
  • Instagram Long Shadow
Other Favotite PR Blogs
Serach By Tags
bottom of page